Parangtritis, selain dikenal keindahan alam pantainya, juga terkenal sebagai tempat yang memikili berbagai peninggalan sejarah. Komplek Parangtritis terdiri dari Pantai Parangtritis, Parangkusumo, dan Dataran Tinggi Gembirowati. Di Parangkusumo terdapat kolam permandian air panas ( belerang ) yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam. Kolam ini diketemukan dan dipelihara oleh Sultan Hamengku Buwono VII. Adanya komplek kerajinan kerang, hotel bertaraf Internasional ( Queen of South ), serta dokar wisata di Parangtritis ikut menyemarakkan pariwisata di wilayah ini. Komplek wisata ini dapat dicapai melalui dua jalur, Jalur pertama lewat jembatan Kretek, yang kedua lewat Imogiri dan Siluk . Lokasi di Desa Parangtritis, Kec.Kretek kurang lebih 27 Km dari Yogyakarta ke arah Selatan. Termasuk kawasan ini : Petilasan Parangkusumo, Pemandian Parangwedang, Makam Syeh Maulana; Magribi, Makam Syeh Bela Belu, Makam Ki Ageng Selohening, Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) Depok, Gumuk Pasir ( Barchan ) Atraksi / Event Wisata Upacara Pisungsung Jaladri Bekti Pertiwi, Uparaca Labuhan Alit Kraton Ngayogyakarta,; Labuhan Hondodento, Perayaan Peh Cun, Ziarah Malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon, Gelar Seni Malam 1 Suro, Pentas Seni Budaya ( Liburan dan Lebaran ), Festival Layang-Parangtritis, selain dikenal keindahan alam pantainya, juga terkenal sebagai tempat yang memikili berbagai peninggalan sejarah. Komplek Parangtritis terdiri dari Pantai Parangtritis, Parangkusumo, dan Dataran Tinggi Gembirowati. Di Parangkusumo terdapat kolam permandian air panas ( belerang ) yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam. Kolam ini diketemukan dan dipelihara oleh Sultan Hamengku Buwono VII. Adanya komplek kerajinan kerang, hotel bertaraf Internasional ( Queen of South ), serta dokar wisata di Parangtritis ikut menyemarakkan pariwisata di wilayah ini. Komplek wisata ini dapat dicapai melalui dua jalur, Jalur pertama lewat jembatan Kretek, yang kedua lewat Imogiri dan Siluk . Lokasi di Desa Parangtritis, Kec.Kretek kurang lebih 27 Km dari Yogyakarta ke arah Selatan. Termasuk kawasan ini : Petilasan Parangkusumo, Pemandian Parangwedang, Makam Syeh Maulana; Magribi, Makam Syeh Bela Belu, Makam Ki Ageng Selohening, Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) Depok, Gumuk Pasir ( Barchan ) Atraksi / Event Wisata Upacara Pisungsung Jaladri Bekti Pertiwi, Uparaca Labuhan Alit Kraton Ngayogyakarta,; Labuhan Hondodento, Perayaan Peh Cun, Ziarah Malam Selasa Kliwon dan Jum’at Kliwon, Gelar Seni Malam 1 Suro, Pentas Seni Budaya ( Liburan dan Lebaran ), Festival Layanglayang, Volley Pantai.
Borobudur merupakan candi terbesar di dunia, yang merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia Terletak disebelah barat laut kota Yogyakarta, sejauh kurang lebih 42 kilometer. Dibangun pada abad VIII , merupakan hasil kerja keras dan di tunjang ketekunan para pekerja dan dedikasi yang tinggi dari kerabat dan rakyat Wanga Sailendra yang berkuasa pada masa itu. Candi itu benar – benar menampilkan kebesaran kerajaan Cailendra , yang berusaha menggambarkan riwayat hidup Sidharta Budha Gautama dan menjelaskan ajaran – ajarannya melalui relief-relief yang terukir indah pada dinding candi. Dari puncak candi dapat dilihat alam sekeliling yang indah, Gunung Sumbing sebagai salah satu tipe gunung berapi yang ada di daerah Jawa Tengah yang mengepulkan asap tampak disebelah barat diantara awan yang begerak. Bangunan ini merupakan peninggalan nenek moyang kita yang sangat berharga bukan hanya bangsa Indonesia tetapi juga bangsa – bangsa di duniapun ikut memilikinya (lagi…)
Kaliurang terletak dikaki bukit plewang arah selatan dari merapi.sekitar 28km ke utara dari jogja. Daerah ini merupakan tempat refresing untuk mereka yang ingin menikmati udara segar dan hijaunya pepohonan. Sebagai objek wisata pegunungan, Kaliurang menawarkan fasilitas akomodasi, villa, bungalow, penginapan seperti halnya fasilitas rekreasi, seperti kolam renang, lapangan tenis, dan taman bermain yang dikunjungi banyak orang.Kaliurang terutama pada hari libur biasanya pemuda seperti pramuka biasa berkemah disana. Untuk mereka yang suka panjat tebing dapat memanjat merapi melalui kaliurang. Mereka dapat bermalam di kaliurang saat memulai, kemudianwaktu subuh memanjat merapi melalui desa Kinahrejo dan sampai sekitar malam/sore hari. Ketika cuaca baik, Penglihatan yang menakjubkan akan panorama yang diselimuti hutan dari plewangan dan kaliurang, dan hijaunya sisi pedesaan dapat dilihat bahkan birunya samudra Indonesia dapat kita lihat. saat paling tepat untuk melihat panorama adalah saat pagi hari ketika matahari terbit.
_Pemandangan Kaliurang_
Mengunjungi kota tertentu tak lengkap bila tak menjamah tempat atau ruang publik yang biasa digunakan kawula mudanya untuk berkumpul. Karenanya, artikel ini “Tempat Nongkrong di Yogyakarta” mengajak anda yang berjiwa muda untuk menjamahnya. Anda punya kesempatan untuk lebih mengenal Yogyakarta lewat komunitas-komunitas yang berkumpul di tempat itu dan merasakan semangat muda mereka.
Mulai dari berbagai coffee shop yang menawarkan menu kopi nikmat dan fasilitas menikmati malam seperti buku, pameran seni hingga hotspot. Kemudian, anda bisa menikmati suasana warung-warung tradisional yang terkenal seperti Poci Pak Min, Warung Kopi Blandongan dan Kedai Kopi Grek. Terakhir, anda bisa bersantai di ruang publik kota seperti Boulevard Universitas Gadjah Mada hingga kawasan depan Benteng Vredeburg sambil menikmati hidangan dan melihat aktivitas warga kota.
Selamat berkelana!
Djendelo Cafe Yogyakarta
Dengan nama Djendelo, tempat makan dan minum yang dikemas dengan sederhana ini benar-benar ingin menjadi ‘Djendelo’ bagi para tamunya yang datang. Betapa tidak, posisinya yang terletak tepat di lantai atas toko buku diskon Togamas memungkinkan pengunjung untuk ‘menengok’ apa saja yang terjadi ‘di luar’ maupun ‘di dalam’ tempat ini di samping memberikan akses kepada pengunjung untuk memilah dan memilih buku-buku yang terdapat di toko buku Togamas.
Angkringan Lek Adi
Angkringan memang menakjubkan. Lapak kakilima super sederhana ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari warga Jogja, maka tak heran bila gerobak-gerobak angkringan mulai bermunculan di mana-mana tatkala kegelapan mulai menyelimuti. Meskipun banyak jumlahnya, hanya segelintir angkringan yang menyandang gelar angkringan elite saking terkenalnya. Salah satunya berlokasi di silver city Kotagede.
Angkringan yang terletak di daerah tusuk sate ini adalah suatu fenomena yang membingungkan. Meskipun telah tersohor dengan brand ‘Angkringan Lek Adi’, angkringan ini malah memajang spanduk oranye besar bertuliskan ‘Nganggo Suwe’ (pake’ lama) berwarna merah sebagai penanda identitasnya. Asal tahu aja, jarang sekali ada angkringan yang pasang papan nama. Kejanggalan yang lain, dilihat dari sisi mana pun, tempat yang berada di bawah spanduk besar itu hanyalah warung biasa, bukan angkringan. Sama sekali tidak terlihat adanya gerobak dengan tiga ceretnya yang menjadi trademark warung angkring.






